1 am
Allah memang selalu punya cara tersendiri untuk menjaga hambaNya, bahkan terhadap sesuatu hal yang sebelumnya ga’ Lin anggap sebagai masalah krusial n berpengaruh, ternyata Allah melihat itu sebagai suatu masalah yang menentukan langkah atau jalan yang telah Lin putuskan yaitu menuju ridhoNya.
Sungguh, dalam proses penyelesaian masalah itu sangatlah berat..keinginan Lin sebagai manusia dhoif yang dikaruniai hawa nafsu dengan keterbatasan ilmu berlomba-lomba dengan secuil iman yang masih ada untuk mempengaruhi keputusan Lin.
Sungguh, dalam prosesnya, keterbatasan ilmu yang Lin punya memperlihatkan semua gambaran indah yang akan terjadi jika Lin memenangkan hawa nafsu..memperlihatkan semua kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya dirasa tidak mungkin menjadi sangat mungkin terjadi dan seolah-olah semua pihak tidak akan ada yang berkeberatan sehingga tidak akan memunculkan masalah… semuanya berjalan sangat halus, hingga pikiran “hawa nafsu telah menguasai” tidak tersirat sedikitpun, seolah-olah wajar adanya jika Lin berusaha mewujudkan gambaran indah itu.
Sungguh, keputusan tepat –to cut all this things out, yang Lin ambil sebelum melakukan kontak secara langsung dengan “orang yang bersangkutan dengan masalah (Obens)” menjadi berkurang presentase keakuratannya, ketika Lin menganggap diri dan qalbu siap untuk menyelesaikannya dengan “berhadapan” secara langsung dengan Obens. Padalah Allah sudah menggariskan apa yang boleh dilakukan manusia dan mana yang tidak boleh dilakukan, dalam keterkaitannya dengan kelemahan manusia yang tentu Dia lebih tahu dari manusia itu sendiri.
Sungguh, hingga diakhir-akhir waktu untuk memutuskan tetap dengan keputusan tepat pertama, waktu seperberapa detik pun terasa sangat efektif untuk kembali memikir ulang keputusan tepat tersebut. Godaan untuk mencoba tolerir sedikit demi sedikit hingga berpikir “it’s Ok, ga’ akan berpengaruh banyak…” datang silih berganti, bahkan mungkin melebihi kecepatan cahaya berkedip.
Sungguh, Allah tidak akan memberi cobaan atau ujian ketika kita memang tidak mempunyai kekuatan untuk melaluinya dengan nilai A, bahkan A+. Dan alhamdulillah, dengan kehendak dan ijinNya jua-lah Lin berhasil memenangkan keputusan tepat pertama.
Sesuatu yang suci memang tidak bisa kita campur dengan setitik noda, karena bagaimanapun noda itu telah memberikan sesuatu yang berbeda dari yang awalnya bersih dan suci. Meskipun kita berusaha menyembunyikannya dengan melipat bagian ternoda ke dalam namun noda itu tidak dapat dipungkiri tetaplah ada. Membersihkannya dengan berulang-ulang, dengan menggunakan cairan canggih, mungkin noda itu baru bisa hilang. Tapi apakah memang semudah membersihkan noda dalam kain yang berupa benda yang tidak akan berubah??? sedangkan hati manusia senantiasa mengalami dinamisasi/fluktuasi. Maka bersikap hati-hati dalam melangkah dan menghindari mendekati hal-hal yang memungkinkan munculnya noda mengotori menjadi cara terjitu untuk menjaga keberlanjutan sebuah ikatan yang suci kelak.
Setelah selesai dan teguh dengan keputusan tepat pertama, tanpa sadar terucap “Alhamdulillah”, dan semakin memunculkan optimisme terhadap janjiNya untuk senantiasa menjaga dan memberikan yang terbaik bagi hambaNya yang juga berusaha untuk melakukan dan menjadi yang terbaik dalam kerangka “keindahan aturanNya”..that’s why we need to try to be more creative among His rules..not by making new rules because of our limited knowledges..
mbak Mbot,,, aku wis biso bikin blog lho…
hek..hekk..hekk…
tapi mbak, piye caranya biar bagus yah?di site ini juga, rina bikinnya.tapi tampilane kok jelek? piye mbak??buka w3.rindusalsabila.wordpress.com
Assalam…
hmm..akhirnya fad sempat baca juga blog ini ^_^ kemarin waktu dibilang ada nulis blog, fad langsung cari tapi blm ktmu, trus abis itu g’sempat lagi buka, karna sibuk dengan yang lain.
mm…as usually…i’m speechless! lin pintar bgt nulis, kegiatan yang 1 ini jangan sampe di tinggalin karna skrng dah punya kegiatan utama yang lebih menyita waktu, karna mungkin dengan tulisan2 seperti ini hati fad atau mungkin hati orang2 lain yang membatu akhirnya bisa mencair untuk melihat masalah2 yang mungkin tidak kita anggap krusial atau berpengaruh!
yup’ kadang juga kita terlalu kreatif “among HIS rules” sampai2 celah sekecil apapun kita manfaatkan untuk bisa ‘ngeles’ dari aturannya..