Arzivamaulana’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

KERESAHAN BERTANYA March 18, 2009

Filed under: Uncategorized — arzivamaulana @ 2:21 am

March 18th 2009 – in ma office, keresahan yang sebenarnya dah lama

Kenapa Lin sebut “keresahan bertanya”? ya karena Lin merasa resah terhadap suatu fenomena tapi Lin masih membuka diri untuk opini2..

Fenomena ini tentang ‘kelestarian budaya’..

Masih ingetkan heboh2nya penyusunan RUU APP yang memunculkan kontroversi antara pro dan kontra? Nah salah satu alasan yang didengung2kan terus oleh pihak yang kontra adalah “gimana dengan Bali? Gimana dengan Papua? Bukankah itu sudah budaya mereka? Dan Indonesia memang kaya akan budaya dan itulah keunikan Indonesia yang perlu dilestarikan”. Nah pelestarian keunikan budaya Indonesia ini yang Lin pertanyakan.

Bali…yang mereka maksudkan di sini adalah budaya berpakaian mereka dengan menggunakan kemben

Papua….yang mereka maksudkan budaya adalah mereka berkoteka

(Karena memang berpakaian merupakan salah satu hal yang diatur dalam RUU APP tersebut)

Keresahan yang muncul di benak Lin “Teganya kita menjadikan mereka sebuah tontonan yang menarik dan bahkan kita pamer2kan ke berbagai belahan dunia n dengan lantang mengatakan ‘itulah keunikan budaya’ kita”.. Lantas tanyakan lah ke diri sendiri “apakah kita mau jika dijadikan bahan tontonan karena standar nilai kepantasan kita yang berbeda dengan pada umumnya”..

Apakah memang budaya seperti itu yang harus kita lestarikan?? kita biarkan saudara kita tetap berdiri pada titik standar nilai mereka…kita biarkan saudara kita tidak berbaur dengan kita…kita biarkan saudara kita tidak melangkah maju..kita biarkan saudara kita tidak menikmati kemajuan2 teknologi, kemajuan2 nilai dan norma…

Apakah memang kalo’ cara berpakaian itu menjadi tidak masalah dan bahkan perlu dilestarikan..maka lantas apakah kita mengijinkan saudara kita untuk bersekolah dengan tetap menggunakan pakaian mereka di sekolah2 formal kita…apakah kita akan membiarkan saudara kita untuk ikut rapat2 entah skala nasional maupun internasional untuk merumuskan kebijakan tertentu dengan menggunakan pakaian mereka?? Jika jawabannya tidak, maka kita sendiri telah mengakui bahwa kita memiliki standar nilai yang berbeda dan itu menjadikannya tidak bisa masuk ke lingkunan kita ketika saudara kita tidak menyamakan standar nilainya terlebih dahulu…

Kalau mereka menggunakan Hak Azasi Manusia sebagai tameng…mengatakan bahwa itu kebebasan saudara kita…

maka dimanakah kita meletakkan hak saudara kita untuk memilih standar nilai ketika kita tidak menyediakan pilihan bagi saudara kita dan bahkan justru melestarikannya….

Maka dimanakah kita meletakkan hak saudara kita untuk memiliki posisi yang sama dengan kita….memiliki peradaban yang sama dengan kita…

Bukankah HAM yang mereka dengung dengungkan itu justru sebenarnya merupakan bentuk diskriminasi ras….

So, the big question here is…what kind of culture that we should keep or taking care of…

 

Leave a Reply